Hidup itu kata orang-orang tua harus punya harapan. Lalu saat kita bermain dan belajar di Playgroup atau Taman Kanak-kanak kerap kali diberi pertanyaan, “Cita-citamu apa, anak-anak?”
Jawaban beragam dan cenderung itu-itu saja. Dokter, Insiyur, Polisi, Pilot dan Tentara. Tapi, mereka yang pernah menyebutkan itu tidak pernah salah. Ada keajaiban setelahnya. Karena ternyata, dari cita-cita itulah sebuah perjalanan harapan dimulai. Cita-cita yang mulia mengantarkan manusia untuk memulai membuka potensi dirinya.
Tak lepas dari HIDUP yang terdiri dari lima huruf. Maka 5 kata selanjutnya dapat dikatakan merupakan modal awal manusia untuk tetap HIDUP. Mereka adalah…

1.IMAJINASI
Dapat berupa:
a.Kemampuan untuk memimpikan cita-cita yang tinggi
b.Menciptakan visi tentang masa depan
c.Yakin bahwa apa pun mungkin terjadi
d.Mencari cara mengubah rintangan menjadi keunggulan
e.Nggak menetapkan batasan bagi potensi diri
f.Berupaya mencari jalan untuk mengubah “nggak” menjadi kata “iya”.

2.KEPERCAYAAN DIRI
Dapat berupa:
a.Sadar bahwa kamu memiliki apa saja yang dibutuhkan untuk menggapai cita-citamu.
b.Kesediaan untuk menghadapi tantangan baru.
c.Memiliki keyakinan bahwa hal-hal yang saat ini tampak tak terjangkau suatu saat nanti akan mampu tergapai.
d.Suatu komitmen untuk tetap maju, bahkan pada saat-saat penuh kesulitan.
e.Yakin bahwa kita bisa melakukan apa saja jika kita sudah bertekad bulat.
f.Sadar bahwa kita memiliki bakat dan keterampilan khusus.
g.Senantiasa berorientasi ke masa depan.
h.Sadar bahwa kita bisa melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut, tanpa mengganggap kesalahan tersebut sebagai tanda kegagalan.

3.KEMAMPUAN UNTUK MENGAMBIL RESIKO
Dapat berupa:
a.Berani berbuat dan nggak takut gagal.
b.Berani jujur pada diri sendiri tentang perasaan, keinginan dan kebutuhan kita.
c.Merasa nyaman dengan kepribadian yang kita miliki.
d.Ngotot mengejar cita-cita meskipun tampaknya mustahil untuk dicapai.
e.Menantang diri sendiri, baik secara fisik maupun mental.
f.Mencoba sesuatu yang baru atau berbeda.

4.KEBERANIAN
Dapat berupa:
a.Berani membela diri sendiri dan orang lain.
b.Memiliki dan mengerahkan kekuatan yang kita miliki pada saat-saat sulit.
c.Melakukan hal benar, khususnya ketika hal-hal yang nggak benar tampak lebih mudah dan lebih mengasyikkan.
d.Menjauhkan diri dari orang-orang ramai.
e.Berani menghadapi masalah dan meminta bantuan.
f.Berani menghadapi perbedaan dan tampil membawa rencana untuk mengatasinya.
g.Kesediaan untuk membuat kesalahan.
h.Mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan cita-cita.

5.KETEGUHAN HATI
Dapat berupa:
a.Tetap teguh pada cita-cita kita bahkan ketika semua orang meragukanmu.
b.Mengulang dan mencoba lagi dengan lebih keras atas kegagalan yang pernah kamu alami.
c.Tetap teguh dengan cita-cita kita walaupun rintangan menghadang.
d.Mengubah rencana bila dibutuhkan sesuai dengan perubahan dan tantangan yang dihadapi.
e.Pantang menyerah.

Kelima hal itulah alasan-alasan yang paling masuk akal, mengapa sampai saat ini kita tetap bertahan hidup? (Tentunya selain fatwa agama yang berbunyi, “Manusia adalah khalifah di bumi”). Jika selama ini kita cenderung hidup dengan harapan atau pun cita-cita yang lemah atau berubah-ubah maka apa yang telah ditulis di atas (insya Allah) kiranya dapat dijadikan patokan sederhana untuk menghadapi hidup yang berharapan. Di samping, berusaha dan berdo’a serta bertawakkal pada Sang Pencipta.
Bagaimanapun kita sendiri lah yang mampu mengubah kehidupan kita? Pertolongan Allah datang seiring dengan seberapa besar usaha kita, do’a kita setelah itu serahkan semua pada Sang Dalang Kehidupan…