Bandung, here I Am…
Travel August 26th, 2008Alhamdulillah. Ku menginjakkan Bandung kembali. Berapa kali ke sini, aku lupa, tanpa sombong sedikit pun terbersit hanya memang ku acap kali berkunjung ke kota ini. Aku membawa misi yang berbeda tuk kepergianku ke bandung kali ini. Selain tugas utama dampingi teman2 paduan suara, di kesempatan yang langka ini (karena pergi seorang diri), ku ingin muter2 Bandung sendiri. Sebebas merpati gt lah.
Alhamdulillah tuk kedua kalinya…
Aku sekarang sudah bisa menulis blog ini sembari nongkrong di daerah Cisadea. Keluar dari wisma lalu naik ojek tuk ditunjukkan arah2 kota Bandung yang asyik. Sore ini ku mau muter2. Sayangnya, kameraku ketinggalan di kamar. Kebawa Tasya. Tak apalah. Pokoknya pikiran, mata dan raga kudu rileks.
Sebelum itu kusempatkan dulu tuk menulis ini di blog. Just for remind me later. It wrote in Bandung. Hwahaha…
Ngomong-ngomong soal Bandung, pas di ojek tadi aku tanya ma tukang ojeknya kalau ke Leuwih gajah naik angkot berapa kali? Secara ada Kakak sepupuku di sana. Masya Allah, ternyata tak kusangka, 5 kali ganti angkot tuk sampai ke kak Evi -nama kakak sepupuku-. Terima kasih deh!
Menariknya, ketika aku diturunkan ditujuanku di daerah Griya, sang tukang ojek kasih aku nomer teleponnya. Dia bilang, telpon aja kalau mau keliling2 bandung lagi. Boleh tu! Tapi, let me think anymore…
Secara overall, aku masih suka bandung. I do reallly love this town so much. Perpaduan yang menyejahterahkan jiwa raga menurutku. Hawanya dingin. Makanannya enak murah. Jalan kaki hooh. Mau cuci mata dimana-dimana tersedia. Nongkrong sambil ngobrol apaan ja, subhanallah. Completely town!
Bandung masih seperti dulu. Sebuah kota idaman, dambaan dan harapan untuk bisa menetap di sini. Sudahlah… itu kelak. Berusaha saja dulu tuk kejar cita-cita. Nikmati proses…
Lebih dari semua itu, pastilah akan kunikmati hari2ku di Bandung kali ini. Akan sangat kunikmati. Bebas dari kuliah. Bebas dari rutinitas. Surabaya, let me say goodbye for a week. Bandung, now, here I Am…