Tiga Pemilu Berbingkai Sejarah

Uncategorized 3 Comments »

Dalam sepekan ini, ku diterpa oleh angin demokrasi yang begitu kuat dan kencang. Begitu dashyatnya, sehingga ku dapati 3 (Tiga) sekaligus. Di minggu pertama, di hari ke-4, bulan 11 (baca: November), ku menyalurkan hak suara di TPS 5 kelurahan Sekardangan. Memilih antara 2 pilihan. Alhamdulillah, coblos mak bless! Keesokkan harinya, hari ke-5, ku aktif mengikuti perhitungan suara Pemilu Amerika Serikat. Minggu ke-2 ini pada hari ke-11, ku menjalankan tugasku sebagai mahasiswa dengan melubangi (baca: Coblos) kertas suara dalam Pemilihan Rektor bagi kampus tercinta. Ke-3 Pemilihan Umum yang ku jalani tersebut di atas, memiliki keunikan masing-masing yang sangat ku yakini merupakan sebuah sejarah. Yup, sejarah yang kelak menjadi saksi bisu bagi generasi setelah ini. Sejarah yang akan menjadi jendela bagi generasi kini untuk melenggang ke masa depan. Sejarah yang tak ‘kan pernah berbohong bagaimana masa lalu mampu menjadi koreksi yang paling otentik untuk sebuah kebenaran hakiki yang selalu di cari. Singkat kata, Sejarah ini kini terukir…

PEMILU JAWA TIMUR

Putaran ke-2 berlangsung sengit. Bagaikan sebuah balap Formula 1 di sirkuit Silverstone-Inggris. Sirkuit Silverstone rentan terhadap salip menyalip atau over taking dan over laping antar pembalap. Sirkuit ini pula merupakan sirkuit strategis bagi kebanyakan tim balap Formula 1. Dikarenakan rata-rata tim balap F1 home base-nya di sini. Kaitannya dengan Pilkada putaran ke-2 Jatim kali ini yaitu kejar-mengejar antar Calon Gubernur dan pasangan masing-masing. Dan sirkuitnya adalah Jawa Timur. Jawa Timur adalah Silverstone-nya Indonesia. Banyak pemimpin besar lahir di sini. Basis Massa luar biasa membludak di sini. Arus Industri dan Perdagangan mengalir tiada henti. Sejarah Indonesia juga pernah terukir dari sini, di hotel Majapahit. Jembatan Merah. Apa yang kurang? Begitu pun Silverstone.

Pilkada di Indonesia kebanyakan hanya terjadi sekali waktu dalam kurun 5 tahun pasca digencarkan otonomi daerah. Alias satu putaran. Ajaib untuk Jawa Timur. Pilkada kali ini “laku” oleh 5 pasang bakal calon. Akhirnya, Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji) dan Soekarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) memperoleh suara beda tipis. Oleh sebab itu, putaran ke-2 diselenggarakan. Sejarah tersendiri bagi Indonesia dari Jawa Timur. Sejarah!

Pelaksanaan putaran ke-2 pun usai. Perhitungan dimulai. Secara Quick Count, Lembaga Survey Indonesia mendapati hasil Kaji menang atas Karsa dengan selisih kurang lebih 0,sekian % saja. Fenomena baru! Sengit! Namun, LSI pun konon yang terpecaya, oleh Jawa Timur belum sepenuhnya. Alasan klise, toleransi kesalahan 1%. Angka yang lebih besar ketimbang selisih perolehan suara ke-2 belah pihak calon Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur. Fenomena lagi!

Kepastian itu ditunggu. Menginjak hari ke-11 November, KPUD menggelar perhitungan ulang di hotel Mercure-Surabaya. KPUD putuskan Karsa pemenangnya. Lagi-lagi itu belum cukup! Fenomena! Dan Sejarah!

Masing-masing tim pemenangan kedua calon punya bukti tentang jagoannya lah yang menang. Tim Pemenagan Karsa, membuka angka 0,39 % sebagai angka keunggulan mereka dibanding Kaji. Di pihak lain, pihak Kaji meng-klaim ada 0,12 % suara yang diberikan kepada Kaji lebih besar daripada Karsa. Who’s the right? Bingung! Fenomena!

Siapapun pemenangnya kelak? Dialah yang akan melengkapi sejarah pilkada di Jawa Timur. Kaji atau Karsa? KPUD, keputusan di tanganmu!

PEMILU AMERIKA SERIKAT

Fenomena berbeda kita jumpai pada Pemilu AS kali ini. Demokrasi Liberal AS dilaksanakan tahun ini guna mencari Presiden ke-44 yang akan menggantikan George Walker Bush Jr. yang akan “angkat koper” dari White House akhir tahun ini. Senator Illinois yang meroket kencang pasca pencalonan Mantan Calon Presiden John Kerry (dari Partai Demokrat) pada Pemilu 2004 (Yang dimenangkan oleh George W. Bush Jr.) membuat Sejarah Besar bagi Negeri Paman Sam tersebut. Barack Husein Obama Jr. menjelma bak Superman bagi rakyat AS yang sedang berjuang keluar dari kemelut krisis. Obama dgn segala keunikannya (berasal dari multi-ras, muda Berjaya dan sebagaimana tersebut di atas) melawan Veteran Perang Vietnam asal Arizona (dari Partai Republik-nya Bush Jr.) John McCain. Untuk sebuah paradigma konservatif, boleh ku bilang silahkan Anda pro dengan McCain yang lebih kenyang asam manis berjuang untuk AS. Namun, dengan kondisi AS kini, futurism merupakan jawaban tepat (untuk rakyat AS yang secara mental spt itu) dengan pemilihan Anda kepada Obama. Change, We Believe In!

Obama di atas angin. Jauh terbang meninggalkan McCain. Electoral Vote menyakinkan memperlihatkan angka 349 berbanding 162 untuk McCain. Angka itu juga sangat jauh dari angka minimal untuk sebuah kemenangan. Angka tersebut 270. Kita katakana saja, Obama menang telak. Change, We Believe In!

Obama menjadi Presiden AS ke-44 dengan dibingkai oleh Sejarah. Sejak Era George Washington hingga George Bush Jr, tak pernah ada Presiden AS multi ras. Apalagi Obama sudah mengklaim diri bahwa dia adalah golongan berwarna. Ibu Amerika, Ayah Kenya-Afrika. Lengkap sudah! Sebagai Negara liberal AS sangat multi ras. Multikultural! Namun, masih ada kelas secara tak ketara. Kendati pun Abraham Lincoln (Presiden ke-16) sudah menghapus perbudakan terhadap kaum kulit berwarna, tetap saja belum terhapus 100% dari liberalisasi AS.

Change, We Believe In!

Euforia Obama memang mampu menguak banyak sejarah. Sederhananya, sebuah sejarah Obama kecil di Indonesia menjadi sorotan terdekat bagi bangsa Indonesia. Dari mulai Adik Tirinya di Lampung angkat bicara, sepupu tirinya dari Jakarta pun begitu, Gurunya di SDN Menteng pula hingga teman-teman masa sekolah dasar si Barry Soetoro a.k.a Barack Obama. Semua berbicara atas nama: PRIDE!

Sang Presiden terpilih AS ini sempat merasakan bagaimana harum tanah Indonesia karena sang Ibu menikah dengan pria Asli Indonesia, Lolo Soetoro dan mengajaknya tinggal di Jakarta. Masa kecil Obama itulah yang merupakan sebuah sejarah bagi Indonesia. Seorang Presiden Muda yang Multikultural dan Fenomenal Negeri Adidaya di Dunia dengan kemenangan telak pernah tinggal di Indonesia selama 4 tahun. Luar Biasa!

Bukan hanya bagi Indonesia. Terlebih bagi AS, ini merupakan babak baru dari sebuah era kebangkitan yang ditawarkan Presiden Fenomenal Baru mereka. Dunia tercengang! Tentu saja! Boleh jadi ini merupakan sebuah sejarah yang hanya bisa terulang 1 Abad mendatang. Tak bisa dipungkiri bahwa tak ‘kan ada Obama II atau Obama III layaknya di Negara-negara Monarki.

He’s the One and Only to the World! Change, We Believe In!

PEMILU UPN “VETERAN” JAWA TIMUR

Kaum Intelek di kampus pun merasakan jua atmosfir demokrasi. Rektor lama, Warsito SH, telah turun tahta dan menyerahkan kursi tingginya sementara kepada Djoko Purnomo yang menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan. Alasannya pun klise, kedua Wakil Rektor lainnya (Wakil Rektor I: Prof. Dr. Djohan Mashudi dan Wakil Rektor II: HM. Ibnu Hadjar, SH, MM) mencalonkan diri sebagai calon Rektor periode mendatang.

Kasak-kusuk Plirek pun dimulai. Ketiga calon terpampang jelas di spanduk dan banner tiap Fakultas. Calon nomer 1: Prof. Dr. Djohan Mashudi, calon nomer 2: HM. Ibnu Hadjar, SH.MM, calon ke-3: Dr. Ir. Teguh Soedarto. Sangat Berimbang. Calon ke-3 adalah ketua LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur.

Kampanye, usai! Minggu tenang! Tepat tanggal 11 November 2008, pukul 08.00 WIB, pencoblosan di mulai. Bertempat di Gedung Serba Guna Giri Loka, seluruh eleman kampus (kecuali mahasiswa yang hanya diwakili 113 suara) menyalurkan hak pilihnya. Bagi mahasiswa, hak penuh hanya diberikan kepada Ormawa dan UKM. Itu pun 2 orang tiap UKM dan Ormawa. Ketua dan Sekretaris. Selesai!

Boleh dibilang, lancar lah Pilrek kali ini. Hanya ketika proses perhitungan suara dilakukan, angka yang cukup fantastis di dapat. Di luar prediksi! Dari 687 suara yang terdaftar, yang menyalurkan hak suaranya sebanyak 658 saja. 29 orang sisanya, pantas dibilang golongan putih.

Untuk para kandidat, selama proses perhitungan adalah saat yang mendebarkan. Akhirnya di dapati 192 suara untuk Pak Djohan, 61 suara untuk Pak Ibnu dan 198 suara untuk Pak Teguh.

Teliti! Siapa rektor selanjutnya? Pendukung Pak Teguh silahkan bersorak gembira. Tapi ada yang aneh. 192+61+198=451 hanya 451. Kemana 207 lainnya. Ironis sekali! 5 suara dinyatakan abstain. Menjengkelkan! Punya hak tidak dipergunakan dengan baik. 202 tersisa merupakan angka yang cukup memprihatinkan untuk ukuran demokrasi dengan subyek ketidaksyahan surat suara. Hm, surat suara yang telah mereka coblos ternyata menembus bagian belakang dari kertas suara. Sehingga terdapat 2 lubang pada satui kertas. Alhasil tidak syah. Astaghfirullah, sayang sekali. Demokrasi di kampus sedikit tercederai oleh insiden yang seharusnya tak perlu terjadi itu. Sebagai orang yang terlibat di dalam, ku merasa bahwa tidak adanya sosialisasi hingga turun ke bawah dari PPR yang menyebabkan hal ini terjadi. Namun, sisi lain, mengindikasi bahwa terburu-burunya pemilih ketika memasuki bilik suara sehingga membuat pemilih tidak teliti. Itu terjadi lantaran 2 hal, pertama: kampus tidak meliburkan proses belajar mengajar, bisa jadi para pengajar atau mahasiswa hanya ijin sebentar untuk datang coblos lalu kembali ke kelas dengan tergesa-tega. Kedua: dari pintu masuk TPS, pemilih telah diberi kotak snack. Ini merupakan sebuah bentuk kebingungan/kegopohan pemilih terhadap barang bawaannya. Lebih bijak, apabila kotak snack diberikan setelah pemilih keluar dari pintu TPS.

Ya! Itulah peristiwa yang bisa dikategorikan sebagai sejarah. Namun sejarah yang sesungguhnya adalah torehan Pak Teguh sebagai Seorang Sipil Pertama alias Non Militer yang menjadi Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur. Ckckckck…

***

Sejarah itu tak dapat diprediksi darimana, kapan, dan bagaimana mereka terukir. Karena tiap waktu yang kita jalani, sangat berpotensi menjadi SEJARAH itu sendiri.

5 Kata Untuk HIDUP

Uncategorized No Comments »

Hidup itu kata orang-orang tua harus punya harapan. Lalu saat kita bermain dan belajar di Playgroup atau Taman Kanak-kanak kerap kali diberi pertanyaan, “Cita-citamu apa, anak-anak?”
Jawaban beragam dan cenderung itu-itu saja. Dokter, Insiyur, Polisi, Pilot dan Tentara. Tapi, mereka yang pernah menyebutkan itu tidak pernah salah. Ada keajaiban setelahnya. Karena ternyata, dari cita-cita itulah sebuah perjalanan harapan dimulai. Cita-cita yang mulia mengantarkan manusia untuk memulai membuka potensi dirinya.
Tak lepas dari HIDUP yang terdiri dari lima huruf. Maka 5 kata selanjutnya dapat dikatakan merupakan modal awal manusia untuk tetap HIDUP. Mereka adalah…

1.IMAJINASI
Dapat berupa:
a.Kemampuan untuk memimpikan cita-cita yang tinggi
b.Menciptakan visi tentang masa depan
c.Yakin bahwa apa pun mungkin terjadi
d.Mencari cara mengubah rintangan menjadi keunggulan
e.Nggak menetapkan batasan bagi potensi diri
f.Berupaya mencari jalan untuk mengubah “nggak” menjadi kata “iya”.

2.KEPERCAYAAN DIRI
Dapat berupa:
a.Sadar bahwa kamu memiliki apa saja yang dibutuhkan untuk menggapai cita-citamu.
b.Kesediaan untuk menghadapi tantangan baru.
c.Memiliki keyakinan bahwa hal-hal yang saat ini tampak tak terjangkau suatu saat nanti akan mampu tergapai.
d.Suatu komitmen untuk tetap maju, bahkan pada saat-saat penuh kesulitan.
e.Yakin bahwa kita bisa melakukan apa saja jika kita sudah bertekad bulat.
f.Sadar bahwa kita memiliki bakat dan keterampilan khusus.
g.Senantiasa berorientasi ke masa depan.
h.Sadar bahwa kita bisa melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut, tanpa mengganggap kesalahan tersebut sebagai tanda kegagalan.

3.KEMAMPUAN UNTUK MENGAMBIL RESIKO
Dapat berupa:
a.Berani berbuat dan nggak takut gagal.
b.Berani jujur pada diri sendiri tentang perasaan, keinginan dan kebutuhan kita.
c.Merasa nyaman dengan kepribadian yang kita miliki.
d.Ngotot mengejar cita-cita meskipun tampaknya mustahil untuk dicapai.
e.Menantang diri sendiri, baik secara fisik maupun mental.
f.Mencoba sesuatu yang baru atau berbeda.

4.KEBERANIAN
Dapat berupa:
a.Berani membela diri sendiri dan orang lain.
b.Memiliki dan mengerahkan kekuatan yang kita miliki pada saat-saat sulit.
c.Melakukan hal benar, khususnya ketika hal-hal yang nggak benar tampak lebih mudah dan lebih mengasyikkan.
d.Menjauhkan diri dari orang-orang ramai.
e.Berani menghadapi masalah dan meminta bantuan.
f.Berani menghadapi perbedaan dan tampil membawa rencana untuk mengatasinya.
g.Kesediaan untuk membuat kesalahan.
h.Mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan cita-cita.

5.KETEGUHAN HATI
Dapat berupa:
a.Tetap teguh pada cita-cita kita bahkan ketika semua orang meragukanmu.
b.Mengulang dan mencoba lagi dengan lebih keras atas kegagalan yang pernah kamu alami.
c.Tetap teguh dengan cita-cita kita walaupun rintangan menghadang.
d.Mengubah rencana bila dibutuhkan sesuai dengan perubahan dan tantangan yang dihadapi.
e.Pantang menyerah.

Kelima hal itulah alasan-alasan yang paling masuk akal, mengapa sampai saat ini kita tetap bertahan hidup? (Tentunya selain fatwa agama yang berbunyi, “Manusia adalah khalifah di bumi”). Jika selama ini kita cenderung hidup dengan harapan atau pun cita-cita yang lemah atau berubah-ubah maka apa yang telah ditulis di atas (insya Allah) kiranya dapat dijadikan patokan sederhana untuk menghadapi hidup yang berharapan. Di samping, berusaha dan berdo’a serta bertawakkal pada Sang Pencipta.
Bagaimanapun kita sendiri lah yang mampu mengubah kehidupan kita? Pertolongan Allah datang seiring dengan seberapa besar usaha kita, do’a kita setelah itu serahkan semua pada Sang Dalang Kehidupan…

Signs of Perfectionist

Weblogs No Comments »

Sebuah sifat, sebuah hal mendasar seseorang untuk berperilaku dalam menjalani hari-hari hidupnya. Bagiku, sifat yang paling dekat dengan kehidupanku adalah perfectnionist! Seorang itu tidak mungkin sempurna. Allah pun menciptakan manusia sarat akan keterbatasan guna menjalin kerjasama dan bersosialisasi dengan sesama. Menyakini bahwa tak ada sebuah kesempurnaan dari seorang manusia dalam diriku adalah mutlak. Pembelaan paling masuk akal bagi seorang Perfectionist adalah hanya ingin berbuat sebaik mungkin. Serapi mungkin. Sesempurna mungkin!
Klise memang. Di hati seorang perfectionist terpatri sebuah hal terpuji (kalau bisa dan masih dianggap terpuji) dengan berusaha meraih tujuan-tujuan yang tinggi atau bekerja keras untuk mendapatkan yang terbaik. Bukan berarti berusaha dengan ambisi yang menggebu. Atau arogansi yang menyala bak api. Bahkan jauh dari kata mendikte!
Sepanjang hidup pernah melakukan bahwa hal-hal berikut inilah yang sejatinya dilakukan oleh seorang perfectionist.
1.Terlalu berlebihan dalam memberikan komitmen.
2.Jarang mendelegasikan tugas kepada orang lain.
3.Susah sekali dalam mengambil keputusan.
4.Selalu merasa ingin memegang kendali.
5.Bersaing dengan sangat keras.
6.Selalu melakukan sesuatu pada menit-menit terakhir.
7.Terlalu mempermasalahkan hal-hal detail.
8.Sepertinya tidak pernah puas atas pekerjaan sendiri.
9.Selalu menyibukkan diri dengan sesuatu.
10.Seringkali menkritik orang lain.
11.Menolak untuk dikritik orang lain.
12.Lebih banyak menaruh perhatian pada hal yang negatif daripada hal positif.
13.Kerap kali memerikasa pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain.
14.Menyebut diri sendiri “bodoh” saat mereka melakukan sesuatu secara tidak sempurna.
15.Suka menunda-nunda pekerjaan.

Merasakan sesuatu dari perjalanan hidup adalah hikmah untuk dapat memberikan sebuah harapan dengan bersyukur karena hati masih mampu merasa…

1.Sangat malu akan kesalahan yang pernah dilakukan.
2.Sangat mengkhawatirkan akan hal-hal yang detail.
3.Tidak senang jika kebiasaan rutinnya terganggu.
4.Gugup saat hal-hal di sekelilingnya tampak kacau.
5.Takut kelihatan bodoh dan tidak mampu.
6.Bersalah jika membuat orang lain kecewa.
Sepenggal hal kecil di atas merupakan sebuah titik kesadaran manusia perfectionist bahwa bukanlah hal bodoh jika mau menerima ketidaksempurnaan pada pribadi maupun sekeliling. Menerima dengan bijaksana bahwa itu bagian dari kehidupan. Bagaimana pun manusia memang makhluk sempurna namun bukan berarti HARUS memenuhi kesempurnaan di setiap lembar bab halaman kehidupan. Mencoba bersikap, berpikir, berperasaan dan bertindak secara realistis (mungkin) tidak akan membuat kehidupan seolah berlari dalam kilometer yang panjang…

Mengapa sepanas ini?

Science No Comments »

Puasa kali ini berat buatku. Berat karena hawa dan cuacanya begitu menakjubkan. Panasnya yang kerap ku keluhkan. Perjalanan dari rumah ke kampus setiap hari di saat sore hari senantiasa membuatku berpikir tuk tidak ke kampus. Tapi ini belum seberapa. Sebagai manusia dengan logika, tak ada salah dan amat berguna jika kita cari mengapa panas bisa mencapai sepanas ini? Masya Allah… Mungkinkah akibat global warming?

Bumi berteriak kencang, “Save Our Soul, Please!” Hanya saja, sebagian kecil manusia yang mendengar rintihan tersebut. Ya, rintihan itu merupakan jerit hati yang disebabkan pemanasan global atau dalam bahasa inggris disebut global warming. Betapa tidak, bahaya global warming mengancam usia sang bumi. Ironisnya, ancaman tersebut meliputi keseluruhan aspek kehidupan di bumi.

Global warming yaitu kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan. Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), kemungkinan terbesar meningkatnya temperatur rata-rata bumi disebabkan meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.

Belahan bumi utara akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di bumi. Akibatnya, gunung-gunung es mencair dan berkurangnya luas daerah daratan. Daerah hangat akan lebih lembab karena banyak air yang menguap dari lautan. Belum lagi penguapan air yang akan membentuk awan sehingga memantulkan sinar matahari kembali ke angkasa luar.

Hal tersebut akan menurunkan proses pemanasan di bumi. Badai juga akan terjadi lebih sering. Beberapa daerah akan mengalami kekeringan lebih dibanding sebelumnya. Tiupan angin menjadi kian kencang. Dampak nyata pada pola cuaca tidak bisa diprediksi secara riil.

Menengok lebih jauh, mencairnya es Kutub Utara di sekitar Greenland merupakan efek menghangatnya atmosfer serta lapisan permukaan lautan. Volume pun membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut.

Kehidupan di daerah pantai pun terpengaruh. Negara-negara dan pulau-pulau dengan luas wilayah kecil serta berada di sekitar lautan, perlahan-lahan akan kehilangan daratannya.

Tanaman pangan dan hutan pun dapat mengalami serangan serangga serta penyakit yang lebih hebat. Ini karena tidak kondusifnya curah hujan pada lahan pertanian di beberapa Negara.

Hewan dan tumbuhan kian sulit menghindar. Tumbuhan mengubah arah pertumbuhannya. Hewan-hewan akan bermigrasi ke arah kutub. Akan tetapi, tidak seluruh spesies mampu hidup di daerah kutub. Apalagi, luas daratan kutub semakin kecil dikarenakan mencairnya gunung-gunung es. Mengingat peranan manusia cukup dominan pada pemanasan global. Manusia menguasai mayoritas lahan untuk pembangunan. Tindakan tersebut mampu menghalangi perpindahan hewan-hewan malang itu. Kemungkinan terburuk, mereka tak mampu bertahan hidup dan akhirnya musnah.

Manusia perlu waspada. Pasalnya, dengan menghangatnya suhu dunia, maka akan lebih banyak manusia yang terkena penyakit atau meninggal. Mengapa? Karena penyakit tropis yang disebabkan oleh nyamuk akan bisa berpindah dengan cepat ke daerah dingin. Alergi dan penyakit pernafasan yang diderita manusia pun kian parah. Bagaimana tidak, udara yang hangat akan menghasilkan lebih banyak polutan maupun spora tumbuhan.

Perubahan wajah bumi juga masih menjadi topik bahasan menarik. Baik dari segi politik, sosial dan ekonomi. Bahkan sebagian besar, pemerintahan Negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi “Protokol Kyoto”. Protokol itu mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Serangkaian kejadian di atas seperti lingkaran hitam yang tak akan putus. Rumit dan komplek. Pemanasan global tak akan bisa dicegah di masa mendatang. Langkah terbaik yaitu bagaimana mencegah pemanasan global agar tidak menimbulkan efek yang lebih parah. Memperkecil peluang kerusakan bumi.

Kerusakan bumi mungkin mampu dikendalikan dengan melindungi daerah pantai dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Alternatif lain adalah pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi.

Catatan dari Bandung

Uncategorized No Comments »

Ku tulis curahan ini saat hari telah memasuki hitungan kedua kunjunganku ke Bandung. Sedari pagi buta, memang ku berniat untuk shoping. At least, door to door Factory Outlet di Bandung. Alhamdulillah kesampaian! Jam 10 aku samperin tukang ojek bernama Maman yang ku kenal sejak dia antarkan aku ke Griya kemarin. Dia pun mengerti maksudku sambil berujar, “Pergi kemana lagi sekarang atu, teh?” Khas Bandung sekali. Ku jawab, “Ke Riau aja, Mang!”
Melajulah motor supra X merahnya menelusuri kota Bandung. Cisadea, cilaki terus hingga jalan Martadinata. Inilah Riau! FO pertama yang aku kunjungi adalah HERITAGE. Atas rekomendasi Tania, aku pun memasukinya. Mang Maman ku minta menungguku. Dia pun bersedia. Ku itari penjuru HERITAGE. Beberapa item menarik untukku, tapi tunggu dulu, aku akan mencari yang sebanding di FO lain. Oops, ReNARITTI boleh juga. Masuklah diriku. Yup, Jaket model Girly Glamour hijau lumut menarik perhatian. Ku cobakan di badanku, pas! Got it! Seisi ReNARITTI ku obok-obok tapi beberapa masih menjulang langit harganya. Tapi, Alhamdulillah, tumpukan baju T-Shirt Mania Bandung (TMB) mampu membujukkau tuk mengaetnya. Tampaklah hati ini mulai bimbang. Bimbang lantaran desain lay out sablonannya yang aduhai. Honestly, kata-katanya memang komersial banget. Berbeda 180 derajat dengan Joger yang mampu mengolah kata-kata biasa namun lincah nan terpeleset untuk dijadikan displayer di kaos ataupun produk-produknya. What I have supposed to do? I bought some! At least, kenang-kenangan ku pernah ke Bandung. (Padahal yo sering banget!).

Warna cokelat ku beli di ReNARITTI. Kebiasaan sebuah pabrik kaos kata adalah sizenya yang kelewat-lewat alias over normal. Kaos yang ku beli pun bernomer 1 padahal itupun ku yakin masih tergolong besar dari ukuran normal. Alhasil, akupun harus menengok STAMP tuk memenuhi hasrat. Oops…

Aku berniat beli 3 potong. Aku kebagian. Adiz kupret juga. Nyit begitupun. Well, STAMP membuatku puas. Hitam, Hijau dan Cokelat. Selesai!

Beralih saja topik ini ke sebuah malam minggu. Sedari pagi sebenarnya merupakan sebuah antusiasme yang memuncak kala terdengar grapevine bahkan hendak ada one stop shopping di perjalanan kali ini. Alhamdulillah…

Benar saja, pagi-pagi rombongan GWG telah menginjakkan kaki ke Martadinata alias jalan Riau. Beberapa FO yang berjajar di sepanjang jalan tersebut cukup membuat bingung. Bukan aku saja, semua orang yang baru berkunjung pertama kali ke sana ku kira. Untunglah ku punya bekal hari pertama ketika ku putuskan “lari” dari penginapan. Lupakan! Dari sini, menuju pasar baru! Sadar akan sebuah jurang harga di depan mata, mau ga mau, aku harus jadi penawar harga yang ulung. Sekali waktu harus tegalah. Kendati ku tak sampai hati. Demi hasrat belanja dan atas nama uang yang semakin menipis. Itulah modalku di pasar ini.

Tempat ke tiga adalah Cihampelas. We went to Ci-Walk Mall. Hm..hm… seperti sutos-nya Surabaya menurutku. Bangunan minimalis berbalut nuansa modern. Tak besar namun tetap megah dan gemerlap!

Jam sudah lewat angka 7, hujan deras mengguyur Bandung. Aah, mumpung di Bandung dan ke sana kemari gratis, PVJ menjadi tujuan kemudian. Setauku, Paris van Java itu hanya julukan saja bagi Bandung, Subhanallah ternyata ada PVJ itu Mall. Dan bagiku PVJ adalah Mall terunik yang pernah kukunjungi. Rating lima deh! Simple, natural, opened, but boom!

Paris van Java! Paris van Java! Speechless!

Tidak selesai di situ, ternyata. Aku harus melanjutkan perjalanan ke ITB tuk mendengarkan hasil festival teman2 GWG. Alhamdulillah, ke kampus orang jam stgh 11 malam, lalu indera pendengaran ini bak tertiup angin surga. Guess what? GWG dapat medali perak. Beyond expectations!

Keesokan harinya, akhirnya aku ke gunung Tangkuban Perahu. Sayang berkabut. Tapi, salah kita juga ke Tangkuban jelang sang surya tenggelam. Jadi ya, buru-buru deh! Malamnya, aku sempat menjalankan tarawih di Masjid dkt penginapan. Maksud hati ke masjid Raya tapi tak punya banyak waktu dari Tangkuban. Selepas dari tarawih, aku mengajak teman-teman tuk melihat suasana Bandung menyambut hari-hari Ramadhan. Ku putuskan ke Masjid Raya, tapi kok sepi-sepi aja. Tak ada gemerlap Ramadhan. Sampai jam12. Tetap saja tak ada. Ya, makan bubur ketan hitam depan kantor walikota Bandung lalu kembali ke penginapan tuk bersiap sahur.

Dan esok tiba, kita berkemas, siap tuk kembali ke Surabaya. Sebelumnya ada waktu 5 jam tuk melanjutkan sesuatu yang tertunda dari teman2 dan aku. Belanja! Riau kelar lanjut ke Pasar Baru lewat BIP. Puas di Pasar Baru, rombongan di Masjid Raya menunggu. Di tengah perjalanan kembali ke Masjid Raya, Jojo mengalami musibah. Tasnya di sobek oleh penjambret dan dompetnya raib! Astaghfirullah…

Di penginapan suasana sedikit panik, Jo2 menjadi sentral perhatian sebab kejadian memilukan tadi. Tak lama, tiba ke stasiun tuk mengikuti kereta yang hendak membawaku kembali ke pangkuan kota tercinta. Sebelumnya, ku sempatkan ke Kartika Sari. Banyak pesanan roll keju dari keluarga. Tak lama, kami pun serombongan telah berada di kereta Mutiara Selatan. Siap menikmati pemandangan berjalan dari kaca kereta. Dan berharap segera tiba di kota tercinta…

Pukul 08.00 keesokan harinya, kamipun tiba di Gubeng dengan selamat. Alhamdulillah…

Someday, aku harus kembali ke Bandung dengan orang yang kusayangi. Tuk meleburkan segala cita-cita yang sempat terucapkan oleh hati di sepanjang kilometer perjalananku di Bandung tadi. Someday…

Beri Aku kesempatan, Ya Allah…

Bismilah…

Bandung, here I Am…

Travel No Comments »

Alhamdulillah. Ku menginjakkan Bandung kembali. Berapa kali ke sini, aku lupa, tanpa sombong sedikit pun terbersit hanya memang ku acap kali berkunjung ke kota ini. Aku membawa misi yang berbeda tuk kepergianku ke  bandung kali ini. Selain tugas utama dampingi teman2 paduan suara, di kesempatan yang langka ini (karena pergi seorang diri), ku ingin muter2 Bandung sendiri. Sebebas merpati gt lah.

Alhamdulillah tuk kedua kalinya…

Aku sekarang sudah bisa menulis blog ini sembari nongkrong di daerah Cisadea. Keluar dari wisma lalu naik ojek tuk ditunjukkan arah2 kota Bandung yang asyik. Sore ini ku mau muter2. Sayangnya, kameraku ketinggalan di kamar. Kebawa Tasya. Tak apalah. Pokoknya pikiran, mata dan raga kudu rileks.

Sebelum itu kusempatkan dulu tuk menulis ini di blog. Just for remind me later. It wrote in Bandung. Hwahaha…

Ngomong-ngomong soal Bandung, pas di ojek tadi aku tanya ma tukang ojeknya kalau ke Leuwih gajah naik angkot  berapa kali? Secara ada Kakak sepupuku di sana. Masya Allah, ternyata tak kusangka, 5 kali ganti angkot tuk sampai ke kak Evi -nama kakak sepupuku-. Terima kasih deh!

Menariknya, ketika aku diturunkan ditujuanku di daerah Griya, sang tukang ojek kasih aku nomer teleponnya. Dia bilang, telpon aja kalau mau keliling2 bandung lagi. Boleh tu! Tapi, let me think anymore…

Secara overall, aku masih suka bandung. I do reallly love this town so much. Perpaduan yang menyejahterahkan jiwa raga menurutku. Hawanya dingin. Makanannya enak murah. Jalan kaki hooh. Mau cuci mata dimana-dimana tersedia.  Nongkrong sambil ngobrol apaan ja, subhanallah. Completely town!

Bandung masih seperti dulu. Sebuah kota idaman, dambaan dan harapan untuk bisa menetap di sini. Sudahlah… itu kelak. Berusaha saja dulu tuk kejar cita-cita. Nikmati proses…

Lebih dari semua itu, pastilah akan kunikmati hari2ku di Bandung kali ini. Akan sangat kunikmati. Bebas dari kuliah. Bebas dari rutinitas. Surabaya, let me say goodbye for a week. Bandung, now, here I Am…

PKM Kuadrat

Activity No Comments »

Oktober
(2 Bulan kelak) menjadi bulan yang spesial (mungkin) bagiku. Lantaran
2 event besar (tepatnya kewajiban) menantiku. Keduanya juga dapat
dikategorikan event terakhir yang aku dalangi untuk kampus sebelum
aku memutuskan untuk konsentrasi kepada tahun terakhirku pula
menempuh ilmu di Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur.

Sebuah
prolog kecil, aku ingin Januari 2010 dapat menghadap Pak Warsito
untuk diresmikan menjadi Sarjana Ilmu Komunikasi. Yup, insya Allah
pada awal 2010 kelak, aku wisuda. Amin….

Back
to October…

PKM
Pertama yang ku masuk adalah

Pekan
Keakraban Mahasiswa alias PKM ilmu Komunikasi untuk Mahasiswa Baru
2008 menjadi project sesungguhnya bagiku. Jika pada tahun 2005, PKM
nya diberi title NEXT, di 2006 PKM CONTINUE digeber. Giliran 2007
kemarin, STARLIGHT yang tuntas. Tahun 2008 datang, saatnya BOSSANOVA
menunggu giliran
show
on
.

Di
kala NEXT, aku hanya sempat mendengarkan cerita dari teman-teman 2005
dan foto-foto mereka tentunya. Sangat berbeda ketika CONTINUE, aku
merasakan bagaimana menjadi mahasiswa baru yang tak lain adalah
subyek kegiatan. Keadaan ini berbeda 180 derajat, kala ku didapuk
menjadi panitia untuk STARLIGHT 2k7. Sie Acara posisiku saat itu.
2008 is coming. I
created
BOSSANOVA. Secara aku adalah Koordinator Acara, maka aku lah yang
membuat konsep tunggal tuk BOSSANOVA. Nama BOSSANOVA pun lahir dari
ideku. Kepanjangannya adalah Boosting A Smart Communication Over and
Over.

Sejauh
ini BOSSANOVA terus aku perjuangkan agar dapat berjalan sesuai
harapan dan tujuan. Meskipun harus berjuang agak keras (situasinya
yang sulit!), namun optimis itu masih ada di hati
.
Harus begitu memang. Tak ada yang patut dibuat tak mungkin dunia
apabila keyakinan itu positif dan diridloi Allah.

PKM
Kedua yaitu

Program
Kreativitas Mahasiswa yang diadakan oleh Dikti. Di program ini jelas
membutuhkan nalar dan konsep yang luarbiasa ilmiah. Sebenar-benarnya
adalah membuat karya tulis ilmiah dengan pendanaan sebesar Rp.
6.000.000,-

Di
PKM ini aku mengajak 2 orang temanku. Aku bertindak sebagai
coordinator kelompok, Teas dan Chris sebagai anggota. Tim ini sengaja
kubentuk biar balance. Chris yang kucomot terakhir karena pengetahuan
dia sebagai GM Ak.Radio cukup membuatku tenang atas pematangan konsep
di awal September nanti. Ya, secara juga program yang aku usung  di
PKM Dikti nanti masih berbau tentang radio-radio gt lah. So…

Sebagai
manusia jelas aku mengharap sukses untuk keduanya kali ini. However,
aku ingin menutupnya dengan baik. Ya Allah, ijinkan…

Gita Widya Giri Bersiap ke Bandung

Travel No Comments »

 

Langkah membanggakan mampu ditorehkan oleh para punggawa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara “Gita Widya Giri” dari UPN “Veteran” Jawa Timur. What an Amazing News! Berbekal hasil seleksi rekaman Festival Paduan Suara XXI Institut Teknologi Bandung 2008 tertanggal 26 Mei 2008, UKM Paduan Suara ”Gita Widya Giri” dinyatakan lolos dan akan berpartisipasi sebagai finalis dalam Kategori Lagu Rakyat Indonesia (Folklore).

Sebagai pengantar, Festival Paduan Suara Institut Teknologi Bandung (FPS ITB) adalah ajang kompetisi terbesar di Indonesia. FPS ITB sendiri menjadi barometer perkembangan paduan suara di Indonesia. Penilaian kompetisi ini dilihat dari segi kualitas dan kuantitas peserta. Bagi dunia paduan suara, FPS ITB penting diadakan sebagai kompetisi ternama yang patut diikuti.

Nah…, dua bulan terakhir ini, para singer dari GWG (Singkatan dari Gita Widya Giri) berlatih maksimal untuk meraih hasil terbaik di Bandung pada tanggal 26 Agustus 2008 esok. ”Demi meraih hasil terbaik di ITB nanti, porsi latihan dari teman-teman GWG ditambah. Sebelumnya kita latihan hanya dua kali seminggu tapi sekarang setiap hari. Semangat terus!” tutur Iqbal Rois Kaimudin, Ketua Umum UKM Paduan Suara GWG. Persiapan lagu yang dibawakan pun tidak main-main. Pasalnya, Janger dari Bali dan lagu Badminton milik Propinsi Jawa Barat siap mereka tampilkan dalam perhelatan akbar paduan suara tingkat Nasional tersebut.

Lebih prestisius, ternyata Paduan Suara ”Gita Widya Giri” menjadi satu-satunya wakil dari Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Timur yang berhasil lolos seleksi utama hingga akhirnya berangkat ke Bandung, Agustus mendatang. ”Ini menjadi prestasi yang membanggakan bagi UPN. Hal yang seperti ini belum tentu terulang untuk tahun depan,” jelas Rochani, selaku Pembina UKM Paduan Suara sembari tersenyum bangga.

Sebelumnya, Paduan Suara ”Gita Widya Giri” (PS GWG) pernah menggelar Konser Tunggal bertitle Tribute to Chrisye pada (12/1) di Ballroom WTC Surabaya. Acara tersebut sebagai barometer kinerja PS GWG selama setahun terakhir. Selain itu, PS GWG juga turut serta pada berbagai kompetisi dan acara-acara formal maupun nonformal, seperti mengisi acara di CCCL Perancis di Surabaya; Workshop Entrepreneur Muda Mandiri di Hotel Shangri-La Surabaya; Lomba Peksiminal; dan sebagainya.

Iqbal_s_ps

 

Kampung Desain

Dream No Comments »

 

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:Calibri;
mso-font-alt:"Century Gothic";
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
@font-face
{font-family:Georgia;
panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin-top:0cm;
margin-right:0cm;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:Calibri;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:IN;}
@page Section1
{size:595.3pt 841.9pt;
margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

                 Pemilihan media beriklan atau publikasi yang
dilakukan oleh seseorang, lembaga, intansi atau bahkan perusahaan adalah sekian
banyak dari faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran (Marketing). Hal lain yang tidak kalah
pentingnya dalam menentukan efektifitas pemilihan media adalah motivasi dan
semangat enterpreneur yang dimiliki oleh penulis. Motivasi dan semangat
entrepreneur yang dimiliki oleh penulis juga sebagai penentu skala keberhasilan
terwujudnya sebuah cita-cita untuk mengkondisikan “Kampung Desain”.

 Di Era yang
serba digital seperti sekarang ini, desain merupakan salah satu hal yang
happening di kalangan anak muda. Maksud penulis adalah sebagai creator desain
inovatif, futuristik dan dinamis. Namun, tak menutup kemungkinan yang sangat
besar untuk semua kalangan selalu berhubungan dengan desain dan digital
printing dalam hidup. Mengingat, teknologi dan komputer semakin berkembang
pesat. Software untuk desain pun kian berganti seri cepat. Corel Draw kini
mencapai X4, Photoshop cs3, Autocad 2009 dan sebagainya.

 Sebagai
pengemar dan design maker, penulis
memotivasi diri untuk terus mengembangkan kemampuan dan keahlian dalam bidang
desain. Aplikasi sangat membantu penulis guna memberikan ide serta kreativitas
untuk menciptakan karya-karya yang inovatif. Beberapa kegiatan komersil dalam
desain grafis maupun non grafis kerap penulis jajaki. Dari mulai desain kartu
nama, pin, undangan, poster, banner,
kaos, stiker, lay out majalah, photo editing dan sebagainya; penulis
mengambil kesemuanya sebagai sarana pembelajaran. Tentunya, guna mendukung hal
tersebut, semangat entrepreneur dapat diterapkan sebagai perencanaan usaha berbasis
desain dan digital printing.

 Entrepreneur
sendiri sebenarnya adalah bentuk kebebasan manusia dalam penentuan profesi yang
dimilikinya. Bukan memjadi pegawai ataupun eksekutif muda perkantoran.
Entrepreneur sangat nekat. Mereka adalah spekulator ulung, penuh inovasi dan
berani untuk thinking out of the box.

 Modal
awal entrepreneur sebenarnya hanyalah
mimpi. Kekuatan mimpi akan membawa sang entrepreneur sukses apabila ide dari
mimpi tersebut semakin spesifik. Selagi menjadi seorang yang muda, layaknya
mitos yang berkembang bahwa orang muda itu tanpa beban; belum ada ikatan
penghasilan tetap; inovatif dan big dreaming;
penulis mencoba mencari dan memikirkan serta mempertimbangkan untuk menjadi
entrepereneur layaknya Ciputra dengan bisnis propertinya.

 Hal-hal
yang membuat penulis jatuh cinta pada dunia entrepreneur adalah dikarenakan jam
kerja yang fleksibel, melakukan sesuatu yang digemari dengan penuh kemerdekaan,
tidak ada lagi intrik dan “politik” dari teman ataupun karyawan, berselancar di
antara gelombang mimpi dan yang terpenting adalah kita sebagai bos.

 Tetapi
kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sedikit sekali generasi muda yang
bercita-cita menjadi enterpreneur. Penjajahan selama 350 tahun telah mengikis
semangat dan kecakapan entrepreneurial di sebagian besar bangsa Indonesia.
Pendidikan di Indonesia memiliki orientasi membentuk sumber daya manusia (SDM)
pencari pekerjaan, bukan pencipta lapangan pekerjaan.

 Berbekal
kegemaran, kecintaan, kemampuan dan semangat berwira usaha; penulis merasakan
bahwa ke-4 hal tersebut merupakan modal awal guna terwujudnya “Kampung Desain”.
Selain dapat menciptakan lapangan pekerjaan melalui penyerapan tenaga kerja,
“Kampung Desain” juga diproyeksikan sebagai pusat desain dan percetakan
terbesar di Indonesia.

 Asumsi
ide untuk jalur entrepreneur melalui kampung desain sangatlah simple but helpful. Pertama; jika
penulis mampu mewujudkan “Kampung Desain” melalui mimpi enterpreneur maka
merupakan satu bukti bahwa anak muda adalah generasi emas untuk mensejahterakan
bangsa. Kedua; menurut Landes, 1998, The
Wealth and proverty of developing countries has been linked in modern times to
the entrepreneurial nature of their economics
. Secara tak langsung, jiwa
wira usaha mampu meningkatkan perekonomian bangsa yang sedang terpuruk. Asumsi
ke tiga; masalah pengangguran dapat teratasi lewat dibukanya lapangan pekerjaan
di “Kampung Desain”. Seperti yang dikatakan oleh Caroline Jenner (The Next
Generation Survey), “We cannot give them
jobs, but we can ensure that they have the core skills and competences to
create them
.”

 “Kampung
Desain” sendiri merupakan sebuah perkampungan kecil (Seperti sebuah ruko
ber-blok) yang di dalamnya terdapat fasilitas atau pun sarana prasarana lengkap
yang berhubungan dengan desain dari pre-design, proses produksi hingga pasca
design. Itu adalah sebuah step awal atau jangka pendek penulis terhadap mimpi
yang bersangkutan.

 Segala
jenis desain dan digital printing ada
di sini. Macam indoor dan outdoor.
Dari desain sederhana seperti kartu nama hingga logo bahkan iklan. Segala macam
desain. Detail dan lengkap. Di kampung inilah, dibangun sederetan rumah dengan
fungsi masing-masing dan karakter yang berbeda. Contoh, pre-desain berarti mengonsep gambar atau tampilan, pemaknaan ide, lobbying dengan client tentang design;
penulis taruh pada rumah gedung putih. Lebih muda disebut gedung putih.

 Untuk
produksi, sebut saja gedung kuning (karena di cat dominan kuning rumah
tersebut). Perlengkapan cetak, sudah tersedia. Hanya jenis cetakan dan mesinnya
di klasifikasi dalam ruang berbeda guna spesifikasi dan efektifitas kesehatan
serta tenaga karyawan. Pasca produksi adalah tempat terakhir sebelum barang
tersebut di serahkan ke konsumen. Bisa disebut dengan main office. Di sinilah pasar sesungguhnya. Maksudnya adalah
terjadinya transaksi jual beli. Tukar menukar antara uang dan barang. Sebagai
penanda, main office beri saja warna
biru untuk dinding rumah. Alasan penulis, biru adalah tentram dan damai. Semoga
konsumen dan “pedagang” menemui kedamaian dan ketentraman dalam bertransaksi.

 Tema
yang diusung penulis adalah one stop shopping as like mall. Segala kebutuhan,
macam dan peralatan serta perlengkapan desain dan digital printing ada di
“Kampung Desain”. Pelayanan juga 24 jam selama 7 hari seminggu. Dilengkapi
layanan tunggu dengan ruang khusus yang nyaman di gedung biru (Pasca produksi).

 Secara
visioner, target jangka panjang adalah membuka cabang terbatas hanya di
beberapa daerah besar di Indonesia. Sumatera ada 3 titik; yaitu Medan, Batam
dan Palembang. Jawa 2 titik; Jakarta dan Surabaya. Kalimantan 2 titik;
Banjarmasin dan Samarinda. Sulawesi 2 titik; Makasar dan Palu. Maluku 2 titik;
Ambon dan Gorontalo. Papua 1 titik di Jayapura. Nusa Tenggara 2 titik; Denpasar
serta Mataram.

 Selain
itu, “Kampung Desain” mempunyai kemungkinan untuk berkembang menjadi ladang
bisnis yang besar dan lebar. Ketika urusan desain telah menjadi hal yang kecil
dan biasa, tak ada salah apabila mengepakkan sayap ke bidang agency
advertising. Tempat kursus atau bahkan ada sekolah desain bernama “Kampung
Desain plus” yang orientasinya desain grafis dan entrepreneur dari tingkat Play
Group sampai Universitas seperti Ciputra.

 Mungkin
perpustakaan umum tentang desain. Lebih pretisius apabila didirikan supermarket
khusus melayani kebutuhan komputer dan desain grafis. Little Hi-Tech semacam begitu. Tak lupa untuk membangun food court sebagai tempat hakiki bagi
perut yang keroncongan. Juga parking area
dengan sistem card detector. Subhanallah

Lucky Double Ki

Sports No Comments »

Sirkuit Hungaroring, Hungaria, tak pernah bisa untuk diprediksi hasil akhirnya. Dalam lomba akhir pekan (5/8) kemarin, seorang Heikki Kovalainen mampu menjadi pemenang. Hasil gemilang tersebut adalah yang pertama sepanjang karirnya di lintasan Jet darat sejak menjadi rookie bersama Renault-Benetton di Philip Island, Australia, tahun 2007.

Heikki beruntung dapat meraih gelar perdana di Hungaroring. Sepanjang balapan, kecepatan mobil McLaren bernomer 23 miliknya memang relatif cepat. Itu terbukti sejak pre-practice, pasangan duo McLaren, Lewis Hamilton dan Heikki Kovalainen bergantian memipin speed grid. Saat kualifikasi pun, Heikki mampu bertengger di second place di belakang rekan setimnya, Lewis Hamilton yang meraih pole position. Disusul oleh Felipe Massa, andalan ke dua Scuderia Ferrari di tempat ketiga.

Di atas kertas, duo McLaren akan melenggang mudah ke podium teratas. Jika itu terjadi, maka ini adalah posisi satu-dua pertama bagi pasangan McLaren ini di musim 2008. Heikki Kovalainen sendiri adalah driver baru McLaren tahun 2008 ini menggantikan mantan juara dunia 2006, Fernando Alonso yang memilih Renault sebagai tunggangannya di tahun ini.

Hungaroring adalah sirkuit yang cukup berliku, sempit dan sangat atraktif. Satu-satunya sirkuit yang dapat menyaingi “sempitnya” lebar track Hungaroring hanyalah Monaco. Bedanya adalah Hungaroring memang benar-benar sirkuit hasil desain secara terencana, sementara Monaco adalah jalan raya yang hanya dipakai balapan ketika event-event balapan seperti Formula 1, A-1 Grand Prix, MotoGP digelar. Selain suasana tentunya. Salip menyalip sangat jarang terjadi di sana. Oleh sebab itu, pole position sejatinya adalah pemenang ketika balapan berakhir.

Bukan begitulah yang terjadi. Ketika traffic light lomba dipadamkan, tanda start, Felipe Massa yang berada di posisi ketiga mampu menyalip Heikki dan kemudian sejajar dengan Hamilton. Di tikungan pertama pasca line start, Massa menekan Hamilton. Akhirnya, Massa melaju ringan ke depan Hamilton dengan meninggalkan 19 pembalap lain di belakangnya.

Lomba yang berlangsung 70 lap tersebut, tak banyak manuver hebat yang ditunjukkan para pembalap. Atraksi Massa menyalip Hamilton saja, yang memang di luar prediksi banyak pengamat membuat balapan itu menjadi masih layak untuk ditunggu kelanjutannya.

Hingga lap ke 40, Massa masih mulus di depan. Hamilton menguntit di belakangnya dengan selisih waktu hampir 4 detik. Cukup jauh untuk ukuran kecepatan mobil Formula 1. Tiba-tiba Hamilton melambat. Pembalap Inggris tersebut ternyata mengalami unlucky day. Ban kiri sisi depan McLarennya, menipis dan akhirnya pecah. Alhasil, Heikki menyalip sang team mate. Timo Glock dari Toyota di urutan ke tiga. Massa kian memimpin jauh. Hamilton kembali ke pit lane dengan sedikit memaksakan mobilnya. Sirnalah podium bagi Lewis Hamilton.

Massa terdepan. Heikki masih di posisi kedua dengan mobil abu-abunya. Tak jauh, Toyota terlihat meyakinkan di balik kemudi Glock. Posisi ke empat, juara dunia 2007, Kimi “The Iceman” Raikkonen tak mampu terbendung kecepatannya. Kimi harus sekencang mungkin menggapai Glock, jika memang ingin terlihat di podium. Sejak Grand Prix di Inggris, nama Kimi seolah tenggelam oleh hebatnya Massa, rekan setimnya dari Brazil. Pembalap Finlandia itu tidak dapat menemukan setelan yang pas untuk F2008 miliknya. Kendati para mekanik Ferrari telah memberikan special service untuknya.

Tiga lap menjelang balapan di Hungaroring usai. Massa melewati line start. Mobil merahnya melambat, sejenak kemudian dari mesin mobil di bawah wing back keluar kepulan asap tebal menghitam. Mesin mengalami trouble. Goodbye to champion!

Heikki Kovalainen yang berada di belakang Massa tak menyia-nyiakan disaster tersebut. Melaju tenang sembari menjaga jarak aman dengan Glock yang berada di posisi ke dua. Yup! Finlandia dari McLaren kini memimpin. Kimi Raikkonen diposisi ke tiga. Keuntungan ganda untuk ke dua jagoan Finlandia; Heikki Kovalainen at First, Kimi Raikkonen di posisi podium terakhir.

Genap 70 lap berjalan, bendera finish berkibar kencang di sisi kanan starting grid. Heikki Kovalainen melintasi garis start di depan pembalap tersisa. Diikuti Glock (Rookie dari Jerman) dan teman sebangsa Heikki yang membela panji Kuda Jingkrak Ferrari, Kimi Raikkonen di third place podium.

Heikki Kovalainen mendapat berkah dari bencana yang menimpa Massa dan Hamilton. Kimi Raikkonen pun mendulang kebahagiaan dengan penambahan 6 poin di pundi-pundi klasemen pembalap berkat posisi ke tiga.

Mereka selayaknya berterima kasih pada Tuhan untuk ini. Di Hungaria lah, bendera Finlandia berkibar dua. Belum pernah terjadi selama balapan Formula 1 digelar tahun ini. Masing-masing untuk Heikki dan Kimi. Ketidak beruntungan Massa, rekan setim Kimi di Ferrari menjadi berkah bagi Kimi sendiri. Begitu pun, Heikki mengukuhkan diri menjadi yang terdepan di Hungaria berawal dari pecahnya sebuah ban mobil Lewis Hamilton yang tiada lain partner Heikki di McLaren. How Lucky You Are, Guys!

Heikki_dkk


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in